Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

Ulang Tahun

"Selamat Ulang Tahun, kamu"
"Selamat Ulang Tahun, waktu"

Waktu ialah caramu memberi harga pada kehidupan. Seperti tungku, waktu, mematangkan jiwamu.

Waktu bukanlah semata kebahagiaan dan kesedihan.

Waktu bukanlah sekedar arloji di tanganmu, ia memberi segala sesuatu, yang bahkan takpernah kau tahu.

Palembang, 16 November 1994

Tak ada yang dirayakan usia selain kenangan. Semoga esok engkau selalu mengenang hari dengan kebaikan.

Akan selalu ada kebahagiaan yang tak terbahasakan di dalam hidup kita.

Jumat, 14 November 2014

Mawar

Kita tak perlu meminta keharuman, dia sudah memberikannya kepada kita. Disadari atau tidak, dikehendaki atau ditolak, keharuman itu ada untuk kita. Mawar hanya memberi, mencintai dan tak menuntut apa-apa.

Mawar mengajari kita tentang cinta, bahwa cinta adalah paduan dari tajam dan lembut, melukai dan menyembuhkan, kecewa dan penghiburan. Semua itu diperoleh dari mawar.

Mawar tidak pernah memilih siapa yang akan terlukai oleh durinya, sebagaimana juga tidak pernah menentukan siapa yang mencium keharumannya. Sebagaimana juga dia tak peduli apakah dirinya akan dipuja, diperdagangkan, ditaburkan di atas pekuburan, atau di ranjang pengantin. Itulah cinta dari mawar.

Kita tak pernah bisa mengasihi mawar, sebagaimana kita juga tak bisa menggarami lautan. 15 November... Mengenang 14 tahun wafatnya ibunda Yuliana Rossa,S. Semoga damai di Surga NYA.

Selasa, 19 April 2011

For my son

Setelah lapar ada kenyang

Setelah haus ada kepuasan

Setelah begadang ada tidur pulas

Setelah sakit ada kesembuhan

Setiap yang hilang pasti ketemu

Dan disetiap tangisan akan berujung dengan senyuman

Anakku,

Kesabaran itu merupakan penghubung

Penghubung kedekatan antara yang tercipta dengan Sang Pencipta

Kesabaran adalah senyawa

Senyawa antara ketaatan, penghormatan dan keihklasan yang berperan dalam kehidupan

disemua skala dan disetiap waktu selalu mengingat pada Sang Pencipta

Anakku,

Rasa syukur itu merupakan password

Untuk merasakan nikmat atau bahagia

Maka apapun yang terjadi kita selalu bersama-sama dengan Sang Pencipta

Anakku,

Tanpa password syukur , maka nikmat atau bahagia tidak terasa

Password syukur itu, antaranya

Iman, optimis, positive thinking terhadap Sang Pencipta

Anakku,

Dalam pribadi yang sabar dan syukur tidak ada yang mutlak

Tidak ada yang salah atau benar

Kebenaran itu sendiri ada pada Sang Pencipta

Anakku,

Cinta dan kasihNya mewarnai kehidupan

Disetiap nafas dan detak jantung

Di hati akan selalu ada ruang untuk memahami kesabaran dan rasa syukur

On February 14th, Jakarta

Happy birthday my young boy, love you

Many happy returns of the day

Tak bisa kembali

Bunga itu sepertinya kurang air

Seperti burung hantu yang sendirian

Kemana pasanganmu?

Makluk malam itu seperti menjawab

Perjalannanku tidak seindah dan semudah yang kau bayangkan

Burung hantu itu harus terbang tanpa henti

Rendah di antara pohon-pohon,

Melewati hutan

Tapi kemana perginya pohon-pohon itu?

Dimana aku akan melipat sayapku yang lelah?

Apabila aku terbang melewati samodera

Di antara hawa dingin

Terbang dari pulau kepulau

Dari benua ke benua

Apakah samodra menyediakan tempat untukku berteduh?

Tak semua bisa kembali

Kamis, 20 Januari 2011

Nyanyian

Nyanyian itu serasa membelah angkasa, karena keindahan
Membuat mataku menjadi basah
Nyanyian itu menghaluskan rasa dan raga
Mencairkan kekerasan menjadi keindahan dan keselarasan
Puji-pujian mengembangkan kepak sayap burung terbang ke angkasa

Ku terdiam mendengarkan
Nyanyian itu menerangi dunia
Helaan nyanyian itu berhembus dari langit menuju langit
Arus suci nyanyian itu membelai karang yang beriak terus
Ku ingin ikut bernyanyi
Tapi kenapa mulutku kelu
Suaraku tak jua mau keluar

Selasa, 16 November 2010

Cerita Untuk Anakku

Kalau Mom bawakan mainan berwarna, apakah kau tahu kenapa anakku?

Lihatlah di kolam banyak permainan aneka warna yang mengapung di permukaan air,

Mengapa ada bunga teratai berwarna-warni?

Karena hidup memang berwarna anakku

Kalau Mom bernyanyi, lalu kakak memetik dawai gitar dan kau memetik dawai bass,

Tahu benarlah Mom, mengapa ada lagu di dalam daun dan mengapa ombak mengirimkan suaranya sampai ke hati bumi?

Karena hidup penuh rahasia anakku

Kalau Mom bawakan cokelat, kau pasti memeluk Mom

Apakah kau tahu, mengapa ada madu di kelopak bunga, dan mengapa buah-buahan berasa manis?

Karena hidup ini memang manis anakku

Kalau Mom cium keningmu , engkau pasti tersenyum buah hatiku

Pastilah Mom tahu, apa bahagia itu yang mengalir dari langit lewat matahari pagi, dan menikmati sejuknya musim panas yang mengusap badanmu

Karena hidup penuh kebahagiaan dan kehangatan anakku

Kalau Mom cium pipimu, engkau pasti tersenyum juga anakku sayang

Tahukah hidup itu penuh kasih dan damai

Kalau Mom berkata jadilah anak yang jujur, bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab,

Karena itu dalah bagian dari kehidupan anakku.

(16 tahun yang lalu kau di lahir di Palembang, 16 November 1994 )

Sabtu, 13 November 2010

Mengenang Ibu

Cinta Ibu adalah tanpa syarat
Apa yang harus kulakukan Cuma menjadi diriku inilah, menjadi anaknya
Cinta Ibu tak perlu diminta
Karena Ibu adalah perahu, maka Ibu membawa anak-anak ke dermaga kebahagiaan,
Anak-anak adalah penumpang, perahu akan mengembangkan layarnya, untuk membawa anak-anak sampai tujuan dengan selamat
Ibu merupakan pelepas dahaga, jika kita merasa haus
Ibu sebagai penyejuk di saat kita kepanasan
Ibu bisa membawa jalan tengah, jika kita bimbang
Ibu selalu memberi, tidak seperti neraca yang selalu dipertimbangkan
Ibu selalu identik dengan kasih, disetiap elusannya sebagai tetes embun di pagi hari
Ibu sebagai matahari yang selalu menyinari kehidupan
Ibu sebagai lilin di tengah kegelapan
Ibu kasihmu sangat abadi

Maka untuk
Bunda akan kurangkai mutiara di lehermu dengan air mata kasih dan terima kasihku
Bintang gemerlap keemasan mengikat pergelangan tangan, dari cahaya bintang dan rembulan, sebagai penghias tanganmu
Tetapi kau pindahkan semua perhiasan dan kau gantungkan di dadamu
Kau bentuk karakter dan prinsip sedemikian rupa
Sedihku selalu kau ambil alih kau ganti dengan kegembiraan
Engkau selalu menghadiahi senyum beserta restumu Bunda

(Mengenang 10 tahun wafatnya almarhumah ibunda Y.R. Suyatmi Sukardi. Rest In Peace, Trenggalek 15 November 2000-2010)

Jumat, 17 September 2010

Pulang

Akhirnya semua pulang padakesendirian
Kemana keperkasaan itu?
Semua berubah menjadi rapuh
Tanpa daya dan sunyi
Di makam itu
Tempat tinggal yang telah menghadapMu
Dengan kekal abadi

Dengan kebersihan hati
Mari menyulam waktu yang tak terukur
Menjahit rentang yang panjang
Marilah membasuh muka dengan pasrah
Bersama suara azan Yang berarti mendengar cerita panjang kehidupan
Untuk bersyukur bersama sang khalik

Kamis, 16 September 2010

Nyanyian

Nyanyian itu serasa membelah angkasa, karena keindahan

Membuat mataku menjadi basah

Nyanyian itu menghaluskan rasa dan raga

Mencairkan kekerasan menjadi keindahan dan keselarasan

Puji-pujian mengembangkan kepak sayap burung terbang ke angkasa

Ku terdiam mendengarkan

Nyanyian itu menerangi dunia

Helaan nyanyian itu berhembus dari langit menuju langit


Selasa, 29 Juni 2010

Azan

Bersabdalah, maka hatiku akan terang
Aku diam dalam sujudku, menanti sabdaMu
Seperti malam menunggu ditemani bintang-bintang dengan sabar

Pagi telah datang, gelap telah pergi
Suara azan subuh membahana awan dan jatuh di dalam aliran emas
Azan itu membubung, sebagai nyanyian yang akan membuka hati
Seperti bunga mawar yang tumbuh di lembah hutan yang menghijau

Kamis, 24 Juni 2010

Laut Malam

Ku duduk di atas kapal
Bersama sinar purnama dan para bintang di langit
Memandangi keindahan komunitas laut
Tampak kunang-kunang melayang lembut di antara pohon bakau
Yang akarnya saling berpaut
Dari manakah kunang-kunang berasal?
Mungkin dari serpihan sayap peri yang menggeliat di waktu bangun tidur yang mengibaskan sayapnya
Lalu memercikan cahaya-cahaya yang melayang seperti bintang malam

Di kejahuan permukaan laut tampak zooplankton melayang-layang mengeluarkan cahaya
Tampak para nelayan mencari ikan
Di tengah nasib yang buram

Nelayan di laut
Apakah mempunyai mimpi juga?
Apakah impian itu bermakna?
Sepertinya tidak
Karena mereka tau,
Bahwa tubuhnya adalah milik laut,
Maka pasrah saja apabila harus direngkuh laut
Untuk kembali ke pangkuan laut

Bagi nelayan
Laut beku, laut dingin, atau laut hangat tak ada bedanya
Setelah ditiup angin,
Suara ombak seperti penari mistik dan jantungpun berhenti

Para nelayang berbaris di permukaan air laut mereka seperti mengambang
Apakah kau pernah melihat laut secara detail?
Bahwa dalam laut menyimpan selain ikan yang harus dijaga
Ada bunga karang, bunga api, ubur-ubur
Coba pejamkan mata sejenak dan kerahkan seluruh inderamu
Akan terlihat, bahwa laut adalah dirimu sendiri
Hatimu laut
Apakah hatimu juga berlimpah seperti samodra?

Laut Malam

Ku duduk di atas kapal
Bersama sinar purnama dan para bintang di langit
Memandangi keindahan komunitas laut
Tampak kunang-kunang melayang lembut di antara pohon bakau
Yang akarnya saling berpaut
Dari manakah kunang-kunang berasal?
Mungkin dari serpihan sayap peri yang menggeliat di waktu bangun tidur yang mengibaskan sayapnya
Lalu memercikan cahaya-cahaya yang melayang seperti bintang malam

Di kejahuan permukaan laut tampak zooplankton melayang-layang mengeluarkan cahaya
Tampak para nelayan mencari ikan
Di tengah nasib yang buram

Nelayan di laut
Apakah mempunyai mimpi juga?
Apakah impian itu bermakna?
Sepertinya tidak
Karena mereka tau,
Bahwa tubuhnya adalah milik laut,
Maka pasrah saja apabila harus direngkuh laut
Untuk kembali ke pangkuan laut

Bagi nelayan
Laut beku, laut dingin, atau laut hangat tak ada bedanya
Setelah ditiup angin,
Suara ombak seperti penari mistik dan jantungpun berhenti

Para nelayang berbaris di permukaan air laut mereka seperti mengambang
Apakah kau pernah melihat laut secara detail?
Bahwa dalam laut menyimpan selain ikan yang harus dijaga
Ada bunga karang, bunga api, ubur-ubur
Coba pejamkan mata sejenak dan kerahkan seluruh inderamu
Akan terlihat, bahwa laut adalah dirimu sendiri
Hatimu laut
Apakah hatimu juga berlimpah seperti samodra?

Rabu, 23 Juni 2010

Pertengahan malam

Dalam hening waktu
Di pertengahan malam
Ku terbangun
Ku mengambil air wudlu
Ku bersujud menghadap Mu
Merenungkan sesuatu
Membiarkan pikiran,
Hati dan kalbu yang membara
Ku rasakan damai bertemu dengan Sang Khalik

Berdialog dengan Nya
Bersama angkasa Maha Luas,
Sebuah suasana syahdu merambat di dalam kalbu

Sabtu, 19 Juni 2010

Terpasung?


Anakku bertanya
Terpasung itu
Apakah apabila memberi makanan diantar dari balik pintu kamar?
Makan tak ada yang menemani
Atau seperti orang yang tidak mempunyai kaki?
Apakah juga seperti orang yang tidak mempunyai sepasang mata?
Yang hanya bisa merasakan
Pedihnya saja
Atau sebaliknya
Yang bisa merasakan
Berada di suatu tempat
Dengan langit yang biru lembut halus seperti permukaan agar-agar
Batang pohon hijau ditimpa warna kecoklatan
Dengan daun-daun kehijauan
Butiran hijau yang bening seperti permata yang megah berkilau
Ada hamparan rumput hijau bagai beludru
Ada gugusan awan putih bersih
Seperti bayang-bayang putih memanjang bersama angin yang pucat kelabu
Yang bila disentuh dengan ujung jari seperti menyentuh kelembutan sutera berkibaran

Kamis, 17 Juni 2010

Air Mata

Kuterduduk di bangku taman yang hening
Pada hamparan rumput hijau
Antara daun luruh yang dibawa angin

Kurasakan lirihnya hembusan angin
Di kejahuan sana terdengar tangisan bayi
Dalam tempias tetes air bekas hujan

Getar azan dzuhur membelai-belai rambut
Yang membawa perjalannan
Untuk kembali ke dalam diri

Setelah air wudhu membasuh hati
Kenapa air mata yang bergulir
Menyerupai kata-kata
Yang tertulis pada kertas putih
Sebelum tulisan terbaca
Kenapa angin mengeringkan air mata?
Apakah matahari bisa menyulam air mata,
Menjadi untaian mutiara?

Senin, 14 Juni 2010

Cinta

Ada kekhusukan dalam keheningan
Di keheningan penuh doa

Ada kekuatan dalam kekurangan
Dikekurangan sumber kekuatan,
Karena sangup menanggung segalanya

Ada kekuatan dalam kesabaran
Dikesabaran sumber kekuatan,
Dan sanggup menanggung segalanya
Dikesabaran tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan dalam cinta
Di dalam cinta sumber kekuatan,
Karena cinta bisa mengalahkan keinginan untuk diri sendiri

Cinta itu keindahan,
Keindahan seutuhnya,
Karena di saat memberi tanpa merasa kehilangan,
Walaupun cinta harus berlalu,
Karena cinta sejati terus tumbuh dan hidup di hati

Bintang

Kilau bintang
Membawa kekuatan dalam suka cita
Yang membuat kita kuat,
Karena tidak pernah larut yang berkepanjangan
Untuk menghadapi tantangan dan cobaan

Kilau bintang menerangi kebaikan yang menyebar keseluruh sanubari,
Damai, indah, cerah
Secerah harapan yang dilantunkan dan tak pernah putus.

Jalan Pulang

Memberi jejak menuju pulang
Aku tinggalkan jejak untuk anak anak
Jalan menuju ke rumah
Dengan pohon kasih yang lebat buahnya
Semoga anak anak tidak tersesat

Aku tinggalkan juga sebait lagu
Tentang bukit yang indah
Lembah nan landai subur menghijau
Tempat tinggal jiwa jiwa suci
Semua melambai dan memanggil manggil namaMu
Di setiap senja

Mereka begitu dekat, dan mungkin ingin memeluk
Dan pulang menuju jalanMu
Apakah yang di Langit tau
Bahwa mereka ingin kembali

Aku yakin yang di Langit tau
Siapa yang kembali pada Nya
Jalan pulang
Ke tempat yang sejuk, indah
Tak akan habis sepanjang waktu

Jiwa Yang Indah

Kantuk datangnya dari mana?
Di kota bidadari,
Di antara rimbun hutan,
Yang ditemani kunang-kunang malam,
Tempat sihir menggantung malu
Di situlah kantuk mencium mata
Senyum bidadari mengembang lalu pulas

Malam datang
Bersama cahaya yang memucat
Bulan merangkak naik menyentuh awan

Embun pagi membasahi daun
Kesegaran indah lunakkan hati
Indah bersemarak meliputi jiwa

Azan

Bersabdalah, maka hatiku akan terang
Aku diam dalam sujudku, menanti sabdaMu
Seperti malam menunggu ditemani bintang-bintang dengan sabar

Pagi telah datang, gelap telah pergi
Suara azan subuh membahana awan dan jatuh di dalam aliran emas
Azan itu membubung, sebagai nyanyian yang akan membuka hati
Seperti bunga mawar yang tumbuh di lembah hutan yang menghijau