Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juni 2010

Cinta

Ada kekhusukan dalam keheningan
Di keheningan penuh doa

Ada kekuatan dalam kekurangan
Dikekurangan sumber kekuatan,
Karena sangup menanggung segalanya

Ada kekuatan dalam kesabaran
Dikesabaran sumber kekuatan,
Dan sanggup menanggung segalanya
Dikesabaran tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan dalam cinta
Di dalam cinta sumber kekuatan,
Karena cinta bisa mengalahkan keinginan untuk diri sendiri

Cinta itu keindahan,
Keindahan seutuhnya,
Karena di saat memberi tanpa merasa kehilangan,
Walaupun cinta harus berlalu,
Karena cinta sejati terus tumbuh dan hidup di hati

Sabtu, 05 Juni 2010

Cinta Ibu

Cinta ibu adalah tanpa syarat
Apa yang harus kulakukan hanya menjadi diriku inilah
Menjadi anaknya
Cinta ibu tak perlu diminta
Karena
Ibu adalah perahu
Ibu membawa anak anak ke dermaga kebahagiaan
Ibu sebagai perahu
Anak anak adalah penumpang
Perahu akan mengembangkan layarnya
Untuk membawa anak anak sampai tujuan degan selamat
Ibu merupakan pelepas dahaga,
Jika kita merasa haus
Ibu sebagai penyejuk disaat kita kepanasan
Ibu bisa membawa jalan tengah,
Jika kita bimbang
Ibu selalu memberi tidak seperti neraca yang selalu dipertimbangkan
Ibu selalu identik dengan kasih,
Disetiap elusannya sebagai tetes embun di pagi hari
Ibu sebagai matahari yang selalu menyinari kehidupan
Ibu sebagai lilin ditengahkegelapan
Ibu kasihmu sangat abadi

Selasa, 01 Juni 2010

Derita Membawa Jalan Cinta

Setelah membaca kisah hidup Jalaludin Rumi, Kahlil Gibran, Pema Chodrom, Mahabarata dan tulisan Gede Prama. Ternyata derita itu bisa mencerahkan.

Derita memang mempunyai wajah ganda, menyakiti atau membuat suci. Derita yang penuh kesakitan, apabila manusia penuh api sakit hati dan balas dendam. Derita yang membuat suci, apabila dalam derita ada bimbingan kehidupan. Manusia dapat mendekati cahaya, dalam gelap maupun terang.

Orang yang beruntung, yaitu mereka yang dibuat suci oleh derita, karena banyaknya derita, ia menjadi seagung samodera.

Kebahagiaan memang menawan, tetapi tidak mengajarkan apa apa.

Derita memang penuh air mata, tetapi membuat manusia menjadi lebih sempurna. Bukankah Jalaludin Rumi, bercahaya akibat derita kehilangan guru dan buku, Kahlil Gibran, lahir dan tumbuh dalam penderitaan. Arjuna, meraih pencerahan dalam kesedihan amat mendalam. Pema Chodrom, memasuki gerbang pencerahan, setelah langit kesetiaannya pada suami diruntuhkan oleh perceraian.

Derita kerap membuat manusia peka. Derita memaksa manusia menyadari secara mendalam, bahwa dirinya saling terhubung dengan makluk lain dalam kehidupan.

Apa yang dilakukan seseorang di dalam kehidupan, seperti menjadi: baik-buruk, suci-kotor, benar-salah, akan kembali ke dalam dirinya sendiri.

Derita juga membuka jendela cinta. Seperti pencarian jiwa ke dalam diri melalui puasa, zikir dan doa. Amat jarang seseorang yang berdoa minta agar menderita. Tetapi kenapa derita tetap saja berkunjung sebagai tamu kehidupan, kadang datang melalui bencana, kematian, kesialan, kegagalan.

Apabila seseorang telah diterangi pemahaman tentang derita, maka akan tertanam dalam diri “ derita membuka jalan cinta.” Dan tau, bahwa derita juga sebentuk cahaya penerang perjalanan.

Bukankah kedalaman hati bisa membuka diri ke dalam batin yang menemukan puncak keheningan dalam aneka guncangan.